Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPS. Tampilkan semua postingan

Konflik dan Faktor Penyebab

Pengertian Konflik
Konflik adalah suatu masalah sosial yang timbul karena adanya perbedaan pandangan yang terjadi di dalam masyarakat maupun negara.

Pengertian Konflik menurut Robbins, Konflik adalah suatu proses yang dimulai bila satu pihak merasakan bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negatif atau akan segera memengaruhi secara negatif pihak lain.
Menurut Alabaness, Pengertian Konflik adalah kondisi yang dipersepsikan ada di antara pihak-pihak atau lebih merasakan adanya ketidaksesuaian antara tujuan dan peluang untuk mencampuri usaha pencapaian tujuan pihak lain.
Dari kedua pengertian konflik yang disampaikan pakar di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa Konflik adalah proses yang dinamis dan keberadaannya lebih banyak menyangkut persepsi dari orang atau pihak yang mengalami dan merasakannya. Dengan demikian jika suatu keadaan tidak dirasakan sebagai konflik, maka pada dasarnya konflik tersebut tidak ada dan begitu juga sebaliknya.
Beberapa faktor penyebab konflik, yaitu :
(1) Salah satu faktor penyebab konflik adalah Saling bergantungan. Saling bergantungan dalam pekerjaan terjadi jika dua kelompok organisasi atau lebih saling membutuhkan satu sama lain guna menyelesaikan tugas.
(2) Salah satu faktor penyebab konflik ialah perbedaan tujuan. Perbedaan tujuan yang terdapat diantara satu bagian dengan bagian yang lain yang tidak sepaham bisa menjadi faktor penyebab munculnya konflik.
(3) Salah satu faktor penyebab konflik yaitu perbedaan persepsi atau pendapat. Dalam hal menghadapi suatu masalah, perbedaan persepsi yang ditimbulkan inilah yang menyebabkan munculnya konflik.
Faktor penyebab konflik menurut Smith, Mazzarella dan Piele antara lain :
(1) Masalah komunikasi merupakan salah satu faktor penyebab konflik, yang bisa terjadi pada masing-masing atau gabungan dari unsur-unsur komunikasi, yaitu sumber komunikasi, pesan, penerima pesan dan saluran.
(2) Struktur organisasi merupakan salah satu faktor penyebab konflik, yang secara potensial dapat memunculkan konflik. Pada setiap departemen atau fungsi dalam organisasi mempunyai kepentingan, tujuan dan programnya sendiri-sendiri yang seringkali berbeda dengan yang lain.
(3) Faktor manusia merupakan salah satu faktor penyebab konflik, sifat manusia satu dengan yang lain berbeda dan juga unik. Hal ini yang berpotensi memunculkan konflik.
Ada tiga pandangan mengenai konflik, yaitu :
(1) Pandangan Tradisional, menyatakan bahwa konflik harus dihindari karena akan menimbulkan kerugian. Dalam aliran ini memandang konflik sebagai sesuatu yang tidak menguntungkan, sesuatu yang buruk dan selalu merugikan dalam organisasi. Oleh karenanya, konflik harus dicegah dan dihindari sebisa mungkin dengan mencari akar permasalahannya.
(2) Pandangan Hubungan Kemanusiaan, menyatakan bahwa konflik merupakan sesuatu yang alamiah, wajar dan tidak terelakkan dalam setiap kelompok manusia. Konflik tidak selalu dipandang buruk karena memiliki potensi kekuatan yang positif di dalam menentukan kinerja kelompok. Konflik ini tidak selamanya bersifat merugikan, bahkan bisa menguntungkan, yang oleh karena itu konflik harus dikelola dengan baik.
(3) Pandangan Interaksionis, menyatakan bahwa konflik bukan sekedar sesuatu kekuatan positif dalam suatu kelompok, akan tetapi mutlak diperlukan untuk suatu kelompok agar dapat berkinerja positif, dengan demikian konflik harus diciptakan. Pandangan ini didasarkan pada keyakinan bahwa organisasi yang harmonis, tenang dan damai ini justru akan membuat organisasi itu menjadi statis dan tidak inovatif. Hal ini kemudian berdampak pada kinerja organisasi yang menjadi rendah.

| Macam Macam Konflik |

Berbicara mengenai macam macam konflik, maka konflik dibedakan dalam beberapa perspektif antara lain :
(1) Konflik Intraindividu. Konflik ini dialami oleh individu dengan dirinya sendiri karena adanya tekanan peran dan ekspektasi di luar berbeda dengan keinginan atau harapannya.
(2) Konflik Antarindividu. Konflik yang terjadi antarindividu yang berada dalam suatu kelompok atau antarindividu pada kelompok yang berbeda.
(3) Konflik Antarkelompok. Konflik yang bersifat kolektif antara satu kelompok dengan kelompok lainnya.
(4) Konflik Organisais. Konflik yang terjadi antara unit organisasi yang bersifat struktural maupun fungsional. Contoh konflik ini : konflik antara bagian pemasaran dengan bagian produksi.
Macam macam konflik ditinjau dari fungsinya, yaitu :
(1) Konflik Konstruktif merupakan konflik yang memiliki nilai positif bagi pengembangan organisasi.
(2) Konflik Destruktif ialah konflik yang berdampak negatif bagi pengembangan organisasi.
Macam macam konflik ditinjau dari segi instansionalnya, yaitu :
(1) Konflik kebutuhan individu dengan peran yang dimainkan dalam organisasi. Tidak jarang keinginan dan kebutuhan karyawan bertentangan atau tidak sejalan dengan kepentingan dan kebutuhan organisasi. Hal ini yang bisa memunculkan konflik.
(2) Konflik peranan dengan peranan. Misalnya setiap karyawan organisasi yang memiliki peran berbeda-beda dan ada kalanya perbedaan peran tiap individu tersebut memunculkan suatu konflik, karena setiap individu tersebut berusaha untuk memainkan peran tersebut dengan sebaik-baiknya.
(3) Konflik individu dengan individu lainnya. Konflik ini seringkali muncul jika seorang individu berinteraksi dengan individu lainnya karena latar belakang, pola pikir, pola tindak, minat, kepribadian, persepsi dan sejumlah karakteristik yang berbeda antara hubungan yang satu dengan yang lain.
Macam macam konflik ditinjau dari segi materi atau masalah yang menjadi sumber konflik, yaitu :
(1) Konflik tujuan. Adanya perbedaan tujuan antarindividu, organisasi atau kelompok dapat memunculkan konflik.
(2) Konflik peranan. Setiap manusia memiliki peran lebih dari satu. Peran yang dimainkan ini seringkali memunculkan konflik.
(3) Konflik nilai. Nilai yang dianut seseorang seringkali tidak sejalan dengan sistem nilai yang dianut organisasi atau kelompok. Hal ini juga dapat berpotensi untuk memunculkan konflik.
(4) Konflik kebijakan. Konflik ini muncul karena seorang individu atau kelompok tidak sependapat dengan kebijakan yang ditetapkan organisasi.
Macam macam konflik menurut Mastenbroek, yaitu :
(1) Instrumen Conflicts adalah Konflik yang terjadi karena adanya ketidaksepahaman antarkomponen dalam organisasi dan proses pengoperasiannya.
(2) Socio-emotional Conflicts yaitu konflik yang berkaitan dengan identitas, kandungan emosi, prasangka, kepercayaan, citra diri, keterikatan, identifikasi terhadap kelompok, lembaga dan lambang-lambang tertentu, sistem nilai dan reaksi individu dengan yang lainnya.
(3) Negotiating Conflicts atau konflik negosiasi ialah ketegangan-ketegangan yang dirasakan pada waktu proses negosiasi terjadi, baik antara individu dengan individu maupun kelompok dengan kelompok.
(4) Power and Dependency Conflicys adalah konflik kekuasaan dan ketergantungan berkaitan dengan persaingan dalam organisasi, misalnya pengamanan dan penguatan kedudukan yang strategis.
Sekian mengenai pengertian konflik, macam macam konflik dan faktor penyebab konflik, semoga tulisan saya mengenai pengertian konflik, macam macam konflik dan faktor penyebab konflik dapat bermanfaat.

Sumber : Buku dalam Penulisan Pengertian Konflik

Macam Macam Konflik dan Faktor Penyebab Konflik: Sopiah, 2008. Perilaku Organisasional.

Penerbit CV ANDI OFFSET : Yogyakarta. 

Ciri-ciri Umum Kebudayaan

Ciri – ciri Kebudayaan Secara Umum
  1. Kebudayaan dipelajari.
  2. Kebudayaan diwariskan atau diteruskan.
  3. Kebudayaan hidup dalam masyarakat.
  4. Kebudayaan dikembangkan dan berubah.
  5. Kebudayaan itu terintegrasi.

Prinsip Pengembangan Budaya Lokal

Sebutkan prinsip pengembangan budaya lokal?

Mungkin kalian kesulitan untuk menjawab pertanyaan seperti itu. Nih aku kasih tahu jawabannya gan.. 

Prinsip pengembangan budaya lokal:
  1. Menentukan mata pelajaran muatan lokal untuk setiap tingkat kelas yang sesuai dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan kesiapan guru yang akan mengajar.
  2. Sekolah yang mampu mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar beserta silabusnya dapat melaksanakan mata pelajaran muatan lokal. Apabila sekolah belum mampu mengembangkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar beserta silabusnya sekolah dapat melaksanakan muatan lokal berdasarkan kegiatan-kegiatan yang direncanakan oleh sekolah, atau dapat meminta bantuan kepada sekolah yang terdekat yang masih dalam satu daerahnya.



    Trimzz, Semoga bermanfaat :-)

Kebudayaan

KEBUDAYAAN

Pengertian Budaya
1.Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi   
  Kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat.
a.Karya, masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah (material culture) yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitar dan hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat.
b.Rasa, meliputi jiwa manusia mewujudkan kaidah – kaidah dan nilai – nilai sosial yang perlu untuk mengatur masalah – masalah kemasyarakatan dalam arti luas.
c.Cipta, merupakan kemampuan mental, kemampuan berfikir orang – orang yang hidup bermasyarakat. Cipta menghasilkan filsafat dan ilmu pengetahuan.
  Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah (spiritual atau immaterial culture

  Berdasarkan wujudnya, kebudayaan digolongkan menjadi :
a. Kebudayaan yang bersifat abstrak
  Terdapat dalam pikiran manusia sehingga tidak dapat diraba atau difoto.  Contoh : ide, gagasan, nilai – nilai, norma, peraturan dan cita – cita.
b. Kebudayaan yang bersifat konkret
  Wujudnya berpola dari tindakan atau perbuatan dan aktifitas manusia dalam masyarakat yang dapat diraba, dilihat, diamati, disimpan atau difoto.  Contoh : perilaku, bahasa dan materi.

2.Herskovits dan Malinowski
kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganik kerena kebudayaan yang turun temurun dari satu generasi ke generasi tetap hidup terus atau berkesinambungan meskipun orang – orang yang menjadi anggota masyarakat senantiasa silih berganti disebabkan karena irama kematian dan kelahiran.
3.E. B. Taylor
  Kebudayaan sebagai kompleks yang mencakup pengetahuan kepercayaan, seni, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan – kemampuan serta kebiasaan – kebiasaan yang didapatkan manusia sebagai warga masyarakat.
4.Roucek and Warren
  Kebudayaan  sebagai cara hidup yang dikembangkan oleh sebuah masyarakat guna memenuhi keperluan dasarnya untuk dapat bertahan hidup, meneruskan keturunan dan mengatur pengalaman sosialnya.
5.Hassan Shadily
  Kebudayaan berarti keseluruhan dari hasil manusia hidup bermasyarakat berisi aksi – aksi terhadap dan oleh sesama manusia sebagai anggota masyarakat yang merupakan kepandaian, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dll.
6.C. Kluckhohn
  Kebudayaan adalah seluruh cara hidup suatu masyarakat
7.Koentjaraningrat
  Kebudayaan adalah keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar, beserta keseluruhan dari hasil budi dan karyanya itu.
8. Soekmono
  Kebudayaan adalah segala ciptaan manusia.

Ciri – ciri Kebudayaan Secara Umum
1.Kebudayaan dipelajari
2.Kebudayaan diwariskan atau diteruskan
3.Kebudayaan hidup dalam masyarakat
4.Kebudayaan dikembangkan dan berubah
5.Kebudayaan itu terintegrasi

BUDAYA LOKAL
Adalah:  hal-hal yang merupakan hasil cipta, karsa dan rasa yang tumbuh dan berkembang didalam suku bangsa yang ada didaerah tersebut.
Dalam mengetahui lebih jelas tentang budaya lokal maka jawablah pertanyaan berikut;
1. Sebutkan dan analisa   jenis kebudayaan yang ada di daerah anda masing-masing!
2. Deskripsikan budaya yang anda miliki!
3. Bagaimana dampak pengaruh masuknya budaya asing terhadap budaya masyarakat tempat tinggal anda?
4. Bagamaina upaya yang anda lakukan dalam melestarikan budaya















Unsur – Unsur Kebudayaan
Beberapa pendapat tentang unsur – unsur budaya :
1.Melville J. Herskovics
  ada empat unsur pokok kebudayaan, yaitu :
a.Alat – alat teknologi
b.Sistem ekonomi
c.Keluarga
d.Kekuasaan politik
2.Bronslaw Malinowski
  ada empat unsur kebudayaan, yaitu :
a.Sistem norma – norma yang memungkinkan kerja sama antara para anggota masyarakat agar menguasai alam sekelilingnya
b.Organisasi ekonomi
c.Alat – alat atau lembaga – lembaga/petugas untuk pendidikan
d.Organisasi kekuatan
3.C. Kluckhohn
  ada tujuh unsur dalam kebudayaan yang tercantum pada bukunya Categories of Culture, yaitu :
a.Peralatan dan perlengkapan hidup manusia
b.Mata pencaharian
c.Sistem kemasyarakatan
d.Bahasa
e.Kesenian
f.Sistem pengetahuan
g.Sistem kepercayaan/Agama
Ketujuh unsur kebudayaan diatas merupakan  unsur  kebudayaan universal.
4.Ralp Linton
Unsur-unsur kebudayaan dalam kehidupan masyarakat dapat dikelompokkan menjadi lima, sebagai berikut:
a.Cultural universal adalah unsur kebudayaan terbesar dalam suatu kerangka kebudayaan yang dapat dijunmapi dimanapun di muka bumi
b.Cultural Activity adalah kegiatan kebudayaan setempat.
c.Trait Complexs adalah suatu unsur kebudayaan yang lebih kecil atau unik daripada kebudayaan setempat.
d.Traits adalah unsur pelengkap yang lebih kecil daripada trait complexsyang masih dapat diuraikan satu persatu.
e.Item adalah unsur-unsur terkecil yang tidak dapat diuraikan lagi

•WUJUD KEBUDAYAAN
Koentjaraningrat  membedakan kebudayaan menjadi:
1.Ideas(sistem Ide); sifatnya abstrak, tak dapat diraba atau difoto  dan letaknya ada dalam pikiran individu penganut kebudayaan. Sistem ide ini berfungsi untuk  mengatur  atau menjadi acuan  prilaku kehidupan manusia. Contoh: norma sosial,gagasan, nilai sosial
2.Activities(aktivitas manusia)didokumentasikan, dapat diamati dan wujud ini disebut juga dengan sistem sosial. Terdiri dari aktivitas manusia yang berinteraksi, behubungan dan bergaul dengan sesama manusia.sifatnya konkret. Contoh; kampanye, cara berpakaian.
3. Artefak adalah wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakatberupa benda atau hal yang dapat diraba, dilihat dan didokumentasikan. Contoh; candi, peralatan hidup , dll.  
HUBUNGAN ANTAR BUDAYA
1. AKULTURASI
1.AKULTURASI adalah proses sosial yang ditimbul ketika suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur  dari suatu kebudayaan asing .
AKULTURASI menurut koentjaraningrat adalah proses sosial yang timbul apabila satu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga unsur kebudayaan asing tersebut lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan lokal itu sendiri.
Contoh; bagunan arsitektur perpaduan budaya lokal dengan budaya Islam, Budha-Hindu seperti : Masjid Demak, Candi Borobudur, Candi Prambanan, Seni musik, dll.
•Unsur-unsur  yang terjadi dalam  proses Akulturasi.
a.Substitusi adalah: pergantian unsur kebudayaan lama diganti dengan unsur kebudayaan baru yang lebih bermanfaat untuk kehidupan masyarakat. Contoh: sistem komunikasi kentongan diganti dengan telepon atau pengeras suara.
b.Sinkritisme  adalah: percampuran unsur kebudayaan yang lama dengan unsur kebudayaan baru sehingga membentuk sistem budaya baru. Contoh: Islam kejawen, Islam waktu telu
c.Adisi adalah : perpaduan unsur budaya lam dengan unsur kebudayaan baru sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat. Contoh: alat transportasi Cidomo
d.Dekulturasi adalah: proses hilangnya unsur kebudayaan lama digantikan dengan unsur kebudayaan baru. Contoh: penggunaan penggilingan padi menggantikan lesung.
e.Originasi adalah :masuknya unsur budaya yang sama sekali baru dan tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan sosial budaya dalam masyarakat. Contoh : masuknya teknologi listrik di pedesaan.
f.Rejeksi(penolakan) adalah:proses akulturasi yang terlalu cepat  atau terlalu dipaksakan sehingga banyak anggota masyarakat tidak siap menerima perubahan. Contoh : ada sebagian masyarakat yang berobat ke dukun dan menolak berobat ke dokter saat sakit.
2. ASIMILASI
ASIMILASI adalah proses sosial dua kebudayaan atau lebih yang berbeda secara berangsur-angsur berinteraksi sehingga berkembang dan melahirkan kebudayaan baru.  Dengan kata lain Asimilasi dapat juga dikatakan sebagai proses perubahan kebudayaan yang terjadi akibat membaur  (berintegrasi)-nya dua kebudayaan atau lebih sehingga ciri kebudayaan lama menjadi hilang.
Faktor yang mendorong terjadinya Asimilasi:
 a.Adanya toleransi dan simpati antar kelompok masyarakat.
b.Adanya perkawinan campuran antara masyarakat setempat dengan masyarakat pendatang.
c.Adanya persamaan  unsur kebudayaan  dalam kelompok masyarakat  asing  dan kelompok setempat.
Faktor yang menghambat asimilasi
a.Tidak adanya toleransi dan simpati antar kelompok masyarakat
b.Perasaan superioritas (lebih unggul)  dari individu kelompok masyarakat lainnnya.
c.Adanya in grouf feeling atau perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kelompok sosial atau kelompok kebudayaan.

SISTEM KEKERABATAN
•Kekerabatan adalah:  unit-unit sosial yang terdiri atas beberapa keluarga yang memiliki hubungan darah atau hubungan perkawinan.
a.Sistem patrilineal yaitu sistem kekerabatan yang menganut  garis kekerabatan dari pihak ayah atau laki-laki, contoh: masyarakat jawa, Suku Batak
b.Sistem matrilineal yaitu sistem kekerabatan yang menghitung  garis keturunan dari pihak ibu atau  perempuan, contoh; masyarakat minangkabau.
I. Prinsip Jodoh ideal
Dalam sistem perkawinan masyarakat terdapat dua jenis pemilihan calon pasangan;
1.Prinsip Endogami adalah memilih pasangan dari dalam kerabatnya sendiri. Contoh; masyarakat yang menganut sistem kasta seperti masyarakat bali.
2.Prinsip Eksogami adalah memilih pasangan dari luar kerabat atau klannya, contoh : masyarakat batak.  
•II. Adat menetap
1)Utrolokal, yaitu kebebasan untuk menetap disekitar kediaman kerabat suami atau istri.
2)Virilokal, yaitu adat yang menetapkan pengantin harus tinggal disekitar pusat kediaman kaum kerabat suaminya.
3)Uxorilokal, yaitu adat yang menetapkan pengantin untuk tinggal dipusat kediaman keluarga istri.
4)Bilokal, yaitu adat yang menetapkan pengantin untuk tinggal dalam sekitar pusat kediaman kerabat suami dan istri secara bergantian.
5)Avunlokal, yaitu adat yang menetapkan pengantin untuk tinggal disekitar  tempat kediaman saudara laki-laki dari suami ibu.
6)Natolokal, yaitu adat yang menetapkan pengantin untuk tinggal terpisah dan suami tinggal di rumah kerabatnya.
7)Neolokal, yaitu adat yang menetapkan pengantin untuk tinggal dikediaman baru yang tidak mengelompok di rumah kerabat suami ataupun istri.

Koentjaraningrat menyebutkan ada tujuh macam adat menetap sesudah menikah, antara lain:

Faktor penyebab keberagaman Budaya
•Interaksi
•Pranata sosial, tradisi,Budaya
•Keberagaman Budaya

Faktor yang mendorong terjadinya perubahan kebudayaan
a.Sikap yang terbuka dari masyarakat dari hal-hal yang baru, baik yang datang dari dalam maupun luar masyarakat
b.Rasa tidak puas terhadap situasi dan kondisi yang ada, sehingga timbul keinginan utuk perbaikan
c.Sadar  akan adanya kekurangan dalam kebudayaan sendiri
d.Adanya usaha masyarakatuntuk menyesaikan diri dengan keprluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan perkembangan masyarakat  
Faktor yang menghambat keberagaman budaya masyarakat Indonesia
1.Menganggap budaya sendiri yang paling baik
2.Munculnya pertentangan antara budaya barat dengan budaya timur
3.Pluralisme budaya dianggap sebagai sesuatu yang eksotis
4.Pandangan yang paternalistik
Manfaat keberagaman Budaya
1.Sebagai modal dasar dalam membangun bangsa Indonesia menuju bangsa yang besar dan modern
2.Sebagai sarana untuk menengahi setiap  ada isu konflik separatis dan integrasi sosial
3.Kebudayaan sebag ai suatu daya  yang sekaligus tersimpan dan nyata. Kebudayaan megandung dua daya sekaligus, yaitu sebagai daya yang cenderung melestarikan dan berkembang atas kemekarannya sendiri

Masalah yang muncul akibat keberagaman budaya
1.Konflik
2.Integrasi
3.Disintegrasi
4.Reintegrasi

Pengertian Kebudayaan secara Etimologi

Secara etimologi kebudayaan berasal kata ‘budaya’ yang dalam bahasa Sansekerta’Bodhya’ yang berarti akal budi,sinonimnya adalah kultur yang berasal dari bahasa Inggris Culture atau Cultuur dalam Bahasa Belanda. Kata Culture sendiri berasal dari bahasa Latin Colere (dengan akar kata “Calo” yang berarti mengerjakan tanah, mengolah tanah atau memelihara ladang dan memelihara hewan ternak.

Maka dapat disimpulkan arti kebudayaan secara etimologi adalah suatu hasil dari budi dan atau daya, cipta,karya,karsa,pikiran dan adat istiadat manusia yang secara sadar maupun tidak, dapat diterima sebagai suatu perilaku yang beradab.

Atau pengertian lainnya yaitu sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Gustini Qomsyatun - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger